Purbaya Yudhi Sadewa baru sekitar setahun menjabat Menteri Keuangan ketika ia dicopot. Senin, 14 September 2026, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya, dan pengumuman itu keluar tanpa tanda-tanda sebelumnya.

Suahasil bukan orang baru di Kementerian Keuangan.

Ia menjabat wakil menteri keuangan sejak 2019. Selama periode itu ia mengurus anggaran dari posisi kedua dan mengenal siapa mengerjakan apa di tiap direktorat jenderal.

Kenapa harus secepat ini?

Pertanyaan yang tersisa bukan siapa penggantinya, tapi kenapa harus sekarang. Runut saja peristiwa beberapa pekan sebelum 14 September dan pola evaluasi kinerja biasa tidak ketemu. Yang terlihat justru pertentangan dua kepentingan. Penegakan pajak yang agresif berhadapan dengan kebutuhan menjaga kas negara tetap terisi, dan keduanya sama-sama punya pendukung di dalam pemerintahan.

Temuan cash basis di sekitar 40 pabrik baja

Purbaya jarang mengurus pajak dari kantor. Inspeksi mendadaknya ke kawasan Pulogadung jadi yang paling ramai dibicarakan, karena dari situ ia mengungkap sekitar 40 pabrik baja asal China yang beroperasi dengan sistem cash basis. Transaksi tunai, pembukuan minim, jejak untuk ditagih pajaknya nyaris tidak ada.

Angkanya besar. Satu perusahaan saja disinyalir menunggak hampir Rp 1 triliun, dan itu baru satu dari sekitar empat puluh pabrik yang ia temukan di sana.

Gesekan di internal kementerian

Cara kerja seperti ini menimbulkan penolakan, sebagian dari dalam kementeriannya sendiri. Purbaya sempat melempar tudingan soal oknum pajak dan bea cukai yang bersekongkol dengan wajib pajak. Tudingan itu bisa saja benar. Menyampaikannya ke publik tetap ada konsekuensinya, karena moral pegawai yang setiap hari ia butuhkan ikut turun.

Di luar urusan pajak ada persoalan anggaran yang lebih sensitif. Muncul isu soal desakan pencairan dividen BP Danantara, nilainya disebut antara Rp 120 triliun dan Rp 128 triliun, sementara Purbaya disebut-sebut menahan pencairan itu dengan alasan kehati-hatian. Sikap tersebut diduga memicu kejengkelan di lingkungan kepresidenan. Perbedaan pandangan seperti ini antara menteri keuangan dan kepala pemerintahan sudah sering terjadi, cuma kali ini ujungnya pergantian orang.

Suahasil masuk dan reaksi pasar hari itu

Alasan di Balik Pencopotan Purbaya dari Kursi Menteri Keuangan

Arahan yang ia terima dari Prabowo, menurut pengakuannya sendiri, soal menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Ia juga berkomitmen menahan defisit APBN di bawah 3 persen terhadap PDB.

Reaksi pasar hari itu sering disalahbaca. IHSG memang cuma turun 0,1 persen di penutupan, tapi sebelum itu sempat anjlok lebih dari 2 persen secara intraday. Urutannya yang penting. Indeks turun tajam lebih dulu, baru pulih hampir sepenuhnya di sesi yang sama, dengan saham empat bank besar yang naik sekitar 2 sampai 4 persen sebagai penopang utamanya.

Jadi penunjukan Suahasil tidak langsung disambut positif. Yang terjadi adalah pemulihan setelah tekanan jual awal mereda.

Bagi pengusaha, kelegaan itu ada batasnya. Regulasi penertiban transaksi asing dan cash basis nasibnya masih menggantung. Restitusi pajak yang macet juga belum tersentuh, padahal uang yang tertahan di situ adalah modal kerja yang sedang tidak bisa mereka pakai.

Tugas yang menunggu Suahasil

Tugasnya sudah terlihat sejak hari pertama. Ia harus menunjukkan penerimaan negara tetap aman tanpa cara agresif yang menimbulkan kegaduhan, dan itu terdengar lebih nyaman ketimbang lebih gampang.

Kalau berhasil, hasilnya tidak berhenti di angka penerimaan. Premi risiko Indonesia dan nilai tukar rupiah biasanya ikut bergerak mengikuti seberapa besar kepercayaan pasar pada orang yang mengelola keuangan negara.

Menurut Anda mana yang lebih cocok untuk kondisi penerimaan pajak sekarang, cara agresif Purbaya atau pendekatan tenang Suahasil? Tulis pandangan Anda di kolom komentar.

__________________________________________________

Sumber Referensi:

• Tribunnews, “Purbaya Dicopot Prabowo saat Sedang Rapat dengan DPD RI: Terima Telepon, Langsung Pamit”, 14 September 2026. 

• ANTARA, “Profil Suahasil Nazara, Menteri Keuangan gantikan Purbaya”, 14 September 2026. 

• CNN Indonesia, “Membaca Sebab Purbaya Direshuffle Prabowo”, 15 September 2026. 

• Beritasatu, “Purbaya Kejar Perusahaan China Beromzet Rp 10 T Bayar Pajak Rp 20 M”, 25 Juni 2026. 

• detikFinance, “Purbaya Curiga Oknum DJP Main di Kasus Pabrik Baja China Kemplang Pajak!”, 14 September 2026.

• Kompas.com, “Purbaya Ungkap Danantara Setor Dividen Rp 120 Triliun ke Kas Negara”, 28 Agustus 2026. 

• Kompas.com, “Disebut Purbaya Keberatan Setor Rp 120 Triliun ke Negara, Danantara: Kita Bicara dengan Menkeu Baru”, 14 September 2026. 

• Katadata, “Menilik Tarik-Menarik Dividen BUMN Rp 120 Triliun Purbaya vs Danantara”, 8 September 2026. 

• Kontan, “Suahasil Jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Begini Dampaknya ke Pasar Saham”, 14 September 2026. 

• Email: Stockbit Snips, “Suahasil Nazara Ditunjuk sebagai Menteri Keuangan”, 14 September 2026.